BAB 2 KARTUL
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian skincare
Dalam
keadaan sehari- hari, tak terkecuali di berbagai kalangan usia, terutama yang
banyak memiliki aktivitas di dalam maupun luar ruangan, kulit wajah tidak
mungkin terbebas dari debu yang berada di sekitar, maupun sisa–sisa kosmetik
yang melekat pada kulit (bagi yang menggunakannya). Kondisi tersebut, bila
tidak diperhatikan maka akan menimbulkan beberapa masalah pada kulit wajah,
yang dapat berupa jerawat, komedo, pigmentasi, keriput kecil dan lain-lain. Untuk
menghindari hal tersebut di atas, maka kulit wajah memerlukan skincare secara teratur dan intensif
guna menjaga kebersihan dan kesehatan wajah secara umum. Sesungguhnya, apa itu skincare?
Kata skincare berasal dari bahasa inggris
yang artinya perawatan kulit. Dalam cakupan yang lebih luas, skincare dapat diartikan sebagai
serangkaian praktik perawatan yang mendukung integritas kulit, meningkatkan
penampilan dan meringankan kondisi kulit.
Skincare
secara teratur dan intensif tersebut dapat disebut dengan skincare routine. Karena kulit mempunyai sifat/ struktur dan
karakteristik tersendiri, maka skincare dapat
dibedakan menjadi dua jenis, berdasarkan waktu pelaksanaan rutinnya, yaitu
untuk sehari-hari dan secara lengkap/ berkala.
2.1.1
Jenis Skincare Routine
a.
Skincare
untuk sehari-hari
Skincare
routine jenis ini dapat dilakukan sendiri di rumah untuk
sehari hari, sesuai namanya dan dilakukan minimal dua kali sehari yaitu pagi
hari (am skincare) dan menjelang
tidur/ sore menjelang malam hari (pm
skincare). Skincare untuk
sehari-hari ini secara sederhana terangkum ke dalam 4 Poin, yaitu Pembersihan (cleansing), Penyegaran (toning), Pelembaban (moisturizing), dan perlindungan (protecting).
b.
Skincare
secara lengkap/ berkala
Skincare
routine jenis ini tidak perlu dilakukan sehari-hari, namun
cukup dilakukan secara berkala seperti,
sekali seminggu, dua kali seminggu, dan seterusnya dan dapat dilakukan sendiri
dirumah maupun di salon kecantikan. Skincare
secara lengkap/ berkala ini meliputi pembersihan (cleansing), penyegaran (toning),
pengelupasan, masker, pelembab (moisturizing)
dan perlindungan (protecting).
2.2 Manfaat skincare sejak dini
Wajah
adalah bagian penting dalam diri manusia, terutama bagi banyak kaum perempuan.
Produk skincare di Indonesia kini
semakin marak di pasaran, semakin mudah dijumpai, sangat bervariasi dan beragam
harganya sehingga dapat dijangkau dengan mudah bagi berbagai kalangan termasuk
untuk umur-umur belia. Sebetulnya sudah perlukah mereka menggunakan produk skincare di usia mereka yang masih dini tersebut?
Kulit
anak yang baru lahir memilikit tingkat sensitifitas yang tinggi. Oleh
karenanya, kulit bayi jarang terkena bahan kimia agar tidak terjadi infeksi dan
iritasi. Kulit anak semakin besar akan semakin kuat dan perlu perawatan khusus,
terutama ketika anak sudah mulai dewasa. Anak yang sudah beranjak remaja mulai
perlu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
Berdasarkan
yang dilansirkan dari liputan6, menurut Dr. Indriyati, dokter kecantikan salah
satu klinik kecantikan Jakarta Utara (Sabtu, 17 April 2014), perawatan wajah
dalam artian menjaga kebersihan wajah harus dijalani sedini mungkin, tetapi
perawatan wajah dengan artian memakai produk kecantikan dan perawatan klinik
dibutuhkan ketika para remaja sudah mengalami pubertas atau menstruasi.
Selain
itu, skincare sejak dini sangat
diperlukan untuk mengurangi maupun mencegah tanda-tanda penuaan. Sudah
semestinya jika setiap pertambahan usia membawa akan konsekuensi penurunan
kualitas tubuh. Kulit wajah yang semula halus dan kencang, seiring bertumbuhnya
usia akan semakin mengendur dan mengalami berbagai macam tanda-tanda penuaan lainnya
seperti kerut, keriput, garis halus, dan flek hitam.
Nayoung
Kim, seorang beauty vlogger juga memahami pentingnya mengawali rutinitas
perawatan kulit sejak dini dan mengatakan bahwa “Banyak orang percaya bahwa
anda harus mulai memakai perawatan kulit saat anda pertama kali melihat
munculnya tanda kerutan di pertengahan hingga akhir usia dua puluhan, namun itu
tidaklah benar. Anda seharusnya merawat kulit anda lebih awal dari itu”.
2.2.1
Skincare berdasarkan Usia
Ketika
kita berbicara tentang skincare, kita
cenderung untuk mengkategorikan produk dan rejimen pada dekade ini: skincare routine untuk usia 20-an, runtuk usia 30-an, dan seterusnya. Namun,
kebenarannya adalah bahwa dasar-dasar skincare
tidak banyak berbeda dari usia ke usia, dan kulit kita akan selalu memiliki
kebutuhan dasar yang sama.
Tentu
saja, penting untuk memulai skincare
routine sesegera mungkin, untuk mengurus hal-hal yang paling dibutuhkan
kulit kita: hidrasi, pembersihan lembut, pengelupasan kulit, perlindungan UV,
dan bahan restoratif kaya antioksidan. Berikut ini adalah hal terpenting yang
dapat Anda lakukan untuk kulit Anda dari usia ke usia.
A. Skincare
untuk Anak-anak
Ada beberapa praktik skincare penting yang harus dilakukan
semua orang sejak usia dini. Misalnya, merupakan ide bagus bagi anak-anak untuk
membiasakan diri dengan skincare routine
dasar segera setelah mereka mampu. Anak-anak dapat mencuci muka mereka dengan
pembersih lembut dua kali sehari dan menggunakan pelembab wajah di malam hari.
Tentu saja, juga penting bagi anak-anak untuk memakai tabir surya spektrum luas
tanpa memandang usia mereka.
B. Skincare untuk Pra-Remaja dan Remaja
Selain praktik dasar di atas,
kelompok umur ini dapat mulai melakukan pengelupasan kulit secara teratur.
Pengelupasan kulit adalah praktik utama yang harus dimulai di sekitar sekolah
menengah ke atas, biasanya sebelum orang yang bersangkutan mulai melihat
jerawat pertama mereka. Pengelupas membantu membersihkan pori-pori kita, dan
mereka juga bisa melindungi dari jerawat. Selain itu, mereka membantu
membersihkan sel-sel kulit mati yang tertinggal di permukaan kulit kita, dan
penelitian telah menunjukkan bahwa penumpukan sel-sel kulit mati dalam waktu
lama dapat berkontribusi pada kulit yang kusam di kemudian hari.
C. Perawatan Kulit Rutin selama 20-an
Setelah kami mencapai usia 20-an,
sekarang saatnya untuk menambahkan beberapa langkah tambahan:
1. Serum anti-penuaan. Temukan satu
dengan SPF yang baik untuk membantu mengurangi kerusakan akibat sinar matahari,
dan cobalah untuk mendapatkannya dengan bahan-bahan bermanfaat seperti
antioksidan.
2. Krim anti-kerut: Mulailah memakai
krim anti-kerut untuk mencegah tanda-tanda kerusakan akibat sinar matahari dan
keriput. Secara khusus, retinol akan membantu menjaga sel-sel kulit terlihat
montok dan segar, memberikan kulit Anda penampilan yang lebih sehat, lebih muda
dari waktu ke waktu.
D. Rutinitas Perawatan Kulit selama
30-an
Di usia 30-an, Anda ingin
menambahkan krim leher harian ke rutinitas di atas. Seiring bertambahnya usia
dan kerutan, leher Anda bisa membuat Anda terlihat lebih tua dari usia
sebenarnya. Leher bisa rentan terhadap perubahan warna karena paparan sinar matahari,
atau bahkan kulit yang kendur. Namun, perawatan pencegahan melalui krim leher
harian yang kaya antioksidan dapat menjaga kulit leher Anda terlihat sehat dan
awet muda lebih lama.
Adapun
manfaat skincare itu sendiri sebagai
berikut:
1. Mempercantik
diri
2. Membantu
mengurangi jerawat
3. Mencerahkan
wajah
4. Mencegah
timbulnya jerawat
5. Mencegah
kulit berminyak
6. Mengecilkan
pori-pori
7. Melembabkan
kulit wajah
8. Menenangkan
kulit wajah
9. Melancarkan
peredaran darah pada wajah
10. Mengencangkan
kulit
11. Kulit
wajah menjadi lebih muda
12. Membuat
kulit tampak lebih putih
13. Memberi
oksigen pada kulit
14. Membantu
regenerasi kulit
15. Menjaga
kulit agar tetap sehat
2.3 Jenis-
jenis kulit
Bagian kulit yang paling menarik perhatian adalah kulit wajah. Dari
wajahlah kecantikan seseorang terpancar pertama kalinya. Oleh karena itu, tiap
wanita akan berlomba-lomba berupaya merawat wajah. Sebelum menerapkan skincare pada wajah, penentuan jenis
kulit sangat amat penting dalam menentukkan keberhasilan skincare, karena berbagai jenis produk skincare telah diracik dengan bahan-bahan yang hanya cocok untuk
tipe kulit tertentu
Jenis
kulit yang berbeda ini, ditentukan oleh seberapa banyak kadar air dan kadar
minyak serta seberapa sensitif kulit kita. Banyaknya kadar air akan menentukan
elastis tidaknya kulit, sementara kadar minyak akan menentukan kelembutan kulit
kita. Jenis- jenis kulit dapat dibedakan melalui ciri-ciri berikut ini:
a. Kulit
normal
Wajah
tampak lebih lembut, cerah, sehat, tidak kering, cukup lembab, jarang ditemukan
jerawat/ komedo maupun masalah kulit lainnya, tidak ada tanda- tanda kulit
sensitif yang berat, dan pori-pori wajah tidak begitu terlihat karena tidak
terlalu besar.
b. Kulit
kering
Wajah
terlihat kering, kencang dan kadang bersisik halus, sering muncul kemerahan,
lebih banyak garis-garis wajah yang terlihat, jika ditarik kulit tidak begitu
elastis, rentan mengalami keriput, dan pori-pori wajah hampir tidak terlihat.
c. Kulit
berminyak
Wajah
terlihat mengkilap karena produksi minyak yang berlebih, sering mengalami
masalah jerawat/ komedo/ bekas jerawat karena minyak yang ada di permukaan
kulit akan bercampur dengan debu dan menyumbat pori-pori, pori-pori tampak
besar dan jerawatnya cenderung terasa nyeri dibandingkan gatal.
d. Kulit
kombinasi:
Kulit
ini terkesan campuran antara berminyak dan normal/ kering, tampak berminyak
pada bagian dahi, hidung dan dagu (sering disebut daerah t/ t-zone) sehingga sering ditemukan jerawat/
komedo dan
pori-pori dapat terlihat, namun di daerah yang lain wajah tampak normal/
kering.
e. Kulit
sensitif
Kulit
sering kemerahan, gatal, rasa terbakar dan sering ditemukan jerawatnya warnanya
kemerah, kecil- kecil dan lebih cenderung terasa gatal dibandingkan nyeri.
2. 3 Masalah
pada kulit
Permasalahan pada kulit seringkali
diabaikan oleh banyak orang. Padahal, timbulnya masalah pada kulit bisa disebabkan
karena alergi, kosmetik, sinar matahari, stres, dan bahkan polusi. Karena tidak
mengetahui masalah kulit yang tengah dihadapi, maka orang sering membiarkan dan
tidak mengobatinya.
Justru
dengan seperti itu, kondisi kulit yang bermasalah semakin buruk dan dapat berdampak
buruk pula bagi kesehatan. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika mengenal masalah
masalah pada kulit. Berikut adalah macam-macam kelainan pada kulit:
a.
Komedo
Merupakan bentuk pemula
dari jerawat yaitu kelainan berupa tonjolan kecil sebagai akibat tersumbatnya
kelenjar minyak. Komedo dibagi menjadi dua yaitu:
1. White head: komedo yang tertutup oleh lapisan kulit dan berupa
tonjolan kecil berwarna putih
2. Black head: komedo yang terbuka dan mempunyai pintu, karena
pengaruh oksidasi udara dan debu maka akan terlihat titik hitam di atasnya
b. Jerawat
(Acne)
Merupakan bentuk komedo yang meradang dan bila timbul infeksi maka
akan terlihat pernanahan. Bentuk
jerawat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Acne juvenilis:
berbentuk jerawat kecil-kecil merah dan tidak bernanah. 2. Acne vulgaris: bentuk jerawat besar dan
disertai dengan pernanahan.
c.
Milium (milia)
Merupakan bentuk komedo
yang tertutup rapat dan mengeras, terlihat sebagai tonjolan kecil, putih,
kekuningan.
d.
Papule
Merupakan
folikel rambut mengalami kerusakan atau pecah sehingga sel darah putih keluar
dan terjadi inflamasi di lapisan dalam kulit.
e.
Putsule
Terjadi
ketika sel darah putih keluar ke permukaan kulit. Berbentuk benjolan-benjolan merah
dengan titik putih/ kuning yang di tengahnya mengandung sel darah putih.
f. Jerawat rosacea
Merupakan
peradangan kronis dari pembuluh darah dari kulit ditandai dengan kemerahan
pembengkakan penebalan dikulit umumnya pada wajah. Hal ini menyebabkan memiliki
kulit kasar dengan beberapa jerawat kecil di dahi, hidung, dan pipi. Hal ini
lebih sering ditemukan pada pria, hal ini menyebabkan kulit di hidung yang membengkak
dan menebal.
g.
Pigmentasi
Merupakan perubahan warna kulit akibat terganggunya
melanin pada pada sel melanosit.
Gangguan pigmentasi dibedakan
menjadi: 1.
Melasma/ cholosma: berupa bercak coklat tua yang terbatas tegas.
2. Ephilidhes/ freckles: berupa bercak coklat terang dengan bentuk kecil
dan dapat mengenai seluruh tubuh.
3. Lentigo: berupa bercak kecil berwarna coklat
kehitaman, biasanya terdapat pada kulit yang terpijar sinar matahari.
4. Adison: berupa bercak kehitaman yang akhirnya
menular ke seluruh tubuh. 5.
Meloadom: berupa bercak kecoklatan yang berupa peradangan atau inflasi.
Misalnya luka bakar, terkena knalpot, terkena obat-obatan seperti kapalnax,
atau terkena spirtus.
6. Hypopigmentasi: berupa perubahan kulit menjadi
lebih terang dari warna kulit aslinya.
2.5
Pratik Skincare Routine
Setelah
mengetahui apa jenis kulit serta masalah pada kulit yang sedang dihadapi,
selanjutnya sama pentingnya untuk mengetahui cara praktik skincare routine yang sesuai dengan kondisi kulit. Skincare dapat meliputi beberapa segi
maupun aspek.
a. Membersihkan
(cleansing)
Membersihkan wajah
bertujuan untuk mengangkat debu, minyak dan kotoran yang menempel di wajah yang
nantinya bisa menyumbat pori-pori. Cara membersihkan kulit wajah adalah dengan
menyapukan pembersih wajah minimal pada pagi hari dan sebelum tidur. Membersihkan
wajah dapat dengan menggunakan krim/ susu/ minyak maupun micellar water ataupun dengan sabun khusus wajah yang sesuai dengan
jenis kulit maupun masalah kulit yang dihadapi. Untuk pagi hari, cukup
menggunakan sabun khusus wajah untuk wajah. Sementara untuk malam hari,
membersihkan wajah dapat dengan menggunakan krim/ susu / minyak pembersih
maupun micellar water dan dilanjuti
juga dengan sabun khusus wajah, keduanya dapat digunakan berdampingan seperti
itu untuk hasil kulit yang lebih bersih. Krim/ susu/ minyak pembersih dan micellar water memiliki tugas pertama
untuk mengangkat debu, kulit mati dan sisa make up sehingga sangat dianjurkan
bagi yang sering menggunakan make up. Sementara sabun khusus wajah atau facial
wash, sesuai namanya setelah digunakan harus dibilas dengan air dan tetap harus
digunakan setelah penggunaan krim/ susu/ minyak pembersih ataupun micellar water untuk mengangkat
sisa-sisa minyak ataupun kotoran berlebih.
b. Menyegarkan
(toning)
Penyegar berguna untuk
mengangkut sisa-sisa pembersih dan menyegarkan kulit, juga untuk menutup
kembali pori pori yang terbuka saat dibersihkan. Untuk kulit normal dan kering
maupun kombinasi dianjurkan memakai toner
karena memiliki kadar alkohol sedang, sedangkan untuk kulit berminyak
menggunakan astringent karena
memiliki kadar alkohol tertinggi dan untuk kulit yang sensitif dan sudah
mengalami penuaan disarankan menggunakan refresher
karena memiliki kadar alkohol yang sangat rendah.
c. Pengelupasan
(scrubbing/ peeling)
Pengelupasan yang
dimaksudkan adalah untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan tumpukan minyak yang
berada di permukaan kulit wajah. Jika tidak dilakukan, sel-sel kulit mati akan
bertumpuk, membesarkan pori-pori serta membuat kulit menjadi kusam. Kegiatan
pengelupasan ini dapat meremajakan kulit (regenerasi), menyegarkan kulit serta
membantu melancarkan peredaran darah. Meskipun begitu, pengelupasan ini
sifatnya opsional. Disarankan, untuk kulit kusam, sangat berminyak dan terasa
sangat kasar, lakukan pengelupasan setiap hari. Untuk kulit kombinasi, lakukan
seminggu sekali hanya di daerah T (dahi, hidung dan dagu). Untuk kulit bersih,
kering dan sensitif, lakukan sebulan sekali.
d. Pengunaan
masker (masking)
Masker digunakan untuk
mengencangkan dan memberi nutrisi pada kulit. Merupakan bagian dari skincare berkala yang dibuat dari
berbagai macam bahan-bahan dengan kelebihannya masing- masing dan bersifat
opisonal pemakaiannya. Ragam masker wajah tergantung pada jenis dan masalah
kulit dan sebaiknya digunakan seminggu sekali. Masker ini dapat berupa sheet mask, peel off mask, scrub mask, clay mask, gel mask, cream mask
dan natural mask, yang masing-masing jenisnya dapat dibedakan berdasarkan
konsistensinya sendiri.
e. Melembabkan
(moisturizing)
Pelembab digunakan
untuk menjaga kelembaban kulit serta melindungki kulit dari pengaruh sinar
buruk matahari, udara dingin, polusi lingkungan, dan lain-lain. Dengan memakai
pelembab, proses penuaan dini bisa dicegah. Bahan dasar pelembab ada 2 macam,
yaitu minyak dan air. Pelembab berbahan dasar minyak cocok untuk kulit normal dan
kering, sedangkan pelembab berahan dasar air untuk kulit berminyak.
f. Melindungi
(protecting)
Kulit wajah wajib
dilindungi dari berbagai jenis sinar ultraviolet yang terdapat pada paparan
sinar matahari terhadap kulit. Melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet
cukup dengan menggunakan sunscreen. Pastikan bahwa sunscreen yang dipilih berspektrum luas/ broadband yang mencakup perlindungan terhadap sinar Ultraviolet A
(UVA) dan Ultraviolet B (UVB) dengan SPF (Sun
Protection Factor, menggambarkan perlindungan terhadap sinar UVB yang paparan tingginya dapat mencetuskan
munculnya sunburn) minimal 15 dan PA +++.
2.5.1
Skincare
wajah sesuai jenis kulit dengan bahan alami
a. Merawat
wajah berminyak
Lemon dan jeruk nipis termasuk
jenis buah jeruk yang kaya akan senyawa asam. Kandungan asamnya iniah yang
dapat meringkas pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan mengontrol keluarnya
minyak berlebihan di wajah.
b.
Merawat wajah berjerawat dan berkomedo
Campuran putih telur dan madu bisa
menjadi obat jerawat yang paling ampuh. Keduanya mengandung nutrisi lengkap
yang dapat mengusir bakteri dan sel kulit mati penyebab jerawat dan komedo di
wajah.
c.
Merawat
wajah kering dan kusam
Karena
kehilangan kelembaban di permukaan kulit, terkadang wajah kita menjadi terasa
kering dan kusam, apalagi ketika berada di tempat yang dingin seperti ruangan
ber-AC dan pegunungan. Alpukat dan madu dapat dibilang merupakan pelembab alami
yang dapat merawat kulit kering. Bahkan bila digunakan secara konsisten, wajah
akan semakin cerah berseri.
Comments
Post a Comment